Jadi, dengan segudang tempat wisata di Bali, maka dalan waktu yang sangat singkat mendingan kemana aja? Masih berupa rencana kasar dan semoga saja kesampaian.

image

Pertama, Kintamani. karena saya pernah mendengar kesaksian adik saya kalau daerah kintamani itu bagus dengan pemandangan pegunungan dan danau Batur, maka saya jadi ikutan pengen kesitu.

Kedua, Uluwatu. Terkenal dengan keindahan pura di atas tebing dan suasananya yang romantis (sering jadi tempat nikah artis-artis, wlopun kemudian mereka cerai). Selain itu di sana juga ada pertunjukkan tari kecak setiap menjelang sunset.

Ketiga, Jimbaran. Apalagi kalau bukan makan malam dipinggir pantai ehehehe…

Keempat, Tanah Lot (rekues nya Mond). Kalau sempet, dan mau numpang foto2 doang. Hihi..

Yang jadi kendala adalah tempat2 tersebut tidak berdekatan. Khususnya Kintamani, sekitar 70km dari Denpasar. Jadi mungkin di sana menyesuaikan saja deh. Mana yg sempat dan menyesuaikan kesanggupan yang bawa motor :p

Planning to Gili Trawangan

Posted: February 1, 2014 in Jalan-jalan
Tags:

Setelah sadar kami akan berangkat ke Bali menjelang Nyepi maka rencana kabur ya kemana lagi kalau bukan Gili Trawangan dan sekitarnya.
Untuk transpor ke Gili trawangan bisa melalui Lombok atau langsung menggunakan fastboat ke Gili Trawangan. 

Karena untuk menghemat waktu, maka dipilih saja fastboat, yang memang sangat tidak hemat uang. Tapi waktu tempuh bisa hanya dengan 2 jam.

Banyak yang menyediakan speadboat baik dari pelabuhan sanur ataupun padang bay. Saya booking dari balitourmurah.com dan pas kebetulan dapat diskon menjadi Rp. 300.000 per orang untuk sekali jalan. Proses pemesanan bisa lewat email. Akomodasi yang disediakan adalah dijemput di penginapan di Bali.

Untuk penginapan di Gili Trawangan, mengandalkan pecarian hotel yang spertinya cukup terkenal dikalangan traveler,  apalagi kalau bukan agoda.com😀

Untuk sementara saya sudah mendapatkan tiket pulang dari Lombok transit di bali untuk kemudian kembali ke Bandung. Sedangkan Mond, sampai sekarang belum beli tiket pulang untuk ke Jakarta.

Persiapan yang belum sampai saat ini hanya penginapan di Bali, itinerary di Gili, dan tabungan yang memadai :p

Planning to Bali

Posted: February 1, 2014 in Jalan-jalan
Tags:

Desember 2013

Berawal dari sebuah pesan WhatsApp dan BBM yang terabaikan dimalam hari karena saya sudah tidur dan baru terbaca saat pagi, kemudian bikin kaget :p
“Tanggal 29 maret ke Bali yuk”

Bikin mata langsung melek seger dan g ngantuk lagi.

Yak, ternyata lagi ada promo tiket salah satu maskapai, temen nekat saya Raymond langsung ngajak ke bali untuk tanggal 29 maret mendatang..
Dan karena saya memang pengen ke Bali, jadi ya hayuk aja. Beli tiket perginya dulu mumpung lagi promo. Walaupun harganya udah naik sedikit lbh mahal dibandingkan pas malam..

Kemudian baru liat kalender, akhir bulan Maret memang ada tanggal merah. Tapi setelah mengumpulkan kesadaran penuh, baru saya ngeh kalau tgl 31 maret itu adalah Nyepi.

Which isssss di Bali, pastiiii tidak akan ada kegiatan, panik lah kemudian :p

So, in short of time, kami memutuskan di Bali akan hanya sehari saja, sisanya kami akan kabur ke Gili Trawangan. Horeeee \o/

Namun kemudian dilanda kebingungan selanjutnya yaitu, apa yang akan dilakukan di Bali hanya dalam 1 hari. Ha!

Untuk urusan motor dan penginapan, tak ambil pusing. On the spot saja sepertinya, begitu landing langsung cari :p

Sehari di Yogjakarta

Posted: December 10, 2013 in Jalan-jalan, My Day
Tags: , , ,

Read herehttp://lilishafwa.wordpress.com

Pertengahan Agustus 2013, untuk ke empat kalinya saya mengunjungi Kota Yogjakarta sejak tahun 2010 (halaaahh). Dengan persiapan kurang dari seminggu, saya dengan teman nekat saya, RA (jah pakai inisial segala ahaha), memutuskan untuk pergi ke Yogjakarta ala backpacker spontan dan nekat😀

Kami berangkat dari stasiun Bandung, dengan keadaan belum mendapatkan bookingan penginapan.. jadi di stasiun sembari menunggu jam keberangkatan kereta, kami sibuk telpon sana sini mencari penginapan yang masih kosong dengan hasil nihil. Sehingga akhirnya pasrah dan meyakinkan diri bahwa di sana pasti akan ada penginapan yang kosong.

Setelah 8 jam perjalanan, sampailah subuh-subuh di Kota Yogjakarta dan kemudian membawa ransel berjalan kaki menyusuri jalan-jalan sekitar jalan Sosrowijayan. Dengan bantuan “calo” kami memasuki gang-gang kecil di Sosrowijayan yang banyak terdapat penginapan, yang mana memang pada penuh. Sampai pada akhirnya kami dapat satu kamar yang kosong, untuk sementara bisa lah dipakai untuk mandi dan istirahat sebentar, dan satu kamar lagi kosong pada siang hari. Biaya penginapan per kamar per malam Rp. 100.000,-  Kalau punya waktu lebih sebaiknya cari-cari aja lagi, pasti ada yang bisa kurang dari 100rb permalam.

Setelah mandi, kami langsung cusss pergi jalan-jalan menggunakan motor sewaan yang diantarkan oleh agen penyewaan. Di Yogjakarta memang tidak ada (jarang) angkutan kota semacam angkot seperti di Bandung, transportasi umum yang nyaman salah satunya adalah Trans Yogjakarta (saya paling jauh naik Trans YK sampai Candi Prambanan) dan untuk jarak dekat bisa pakai becak. Namun, profilnya sebagai kota wisata membuat kota ini selain mempunyai banyaaak sekali penginapan untuk memudahkan wisatawan, juga banyak sekali bisnis penyewaan kendaraan seperti motor dan mobil dengan harga yang realtif murah, dan bahkan ada yang bisa diantar seperti agen penyewaan yang kami pakai. Harga sewa motor Mio adalah Rp 50.000,- sehari (24 jam) dengan menggunakan 3 dokumen (KTP dan/atau SIM dan/atau Tiket Kereta) sebagai jaminan. Banyak juga penginapan yang memiliki penyewaan motor dan mobil, dilengkapi dengan peta wisata.

Destinasi pertama (dan utama) kami adalah Candi Borobudur di Magelang yaitu 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Mengandalkan google maps, petunjuk jalan, tanya sana-sini dan dengan sedikit pede menggunakan jalan alternatif masuk ke daerah pedesaan yang digunakan pada saat terjadi erupsi gunung Merapi. Akhirnya tiba dengan selamat di Borobudur setelah sekitar 2 jam perjalanan. Cuaca panas sodara-sodara, pastikan pakai pakaian tertutup dari atas sampai bawah, jangan tiru kami yang apa adanya dan pasrah terbakar matahari.

Well, ekspektasi pertama saya sebelum ke Candi Borobudur adalah akan merasakan mystical feeling yang overwhelming seperti saat saya berkunjung ke Candi Prambanan. Tetapi entah kenapa begitu sampai di sana, saya merasa biasa saja. Mungkin karena kepanasan, atau karena terlalu banyak pengunjung di sana atauu karena Candi Prambanan adalah candi pertama yang pernah saya liat sehingga waktu itu serasa sangat waaww. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 30.000,- per orang, kami memasuki kawasan dengan memakai kain samping yang diikatkan di pinggang.

Kawasan Candi sangat luas, dan untuk mencapai bangunan Candi kita harus menaiki tangga. Saya tetap berpesona dengan kemegahannya, bagaimana tidak, “Candi berbentuk stupa itu didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha” <– menurut wikipedia :p – nah gimana coba orang-orang jaman belum ada alat berat dan alat bangunan lainnya itu bisa bikin bangunan sebegitu besarnya dengan detil pahatan yang mengagumkan. No wonder lah klo masuk World’s Herietage Site by UNESCO.

Borobudur

Borobudur

Read the rest of this entry »

Awal bulan juni, saya dan teman-teman memutuskan untuk pergi menguji nyali ke Green Canyon. Menurut info, di sana kita bisa mencoba body rafting di aliran sungai yang cukup cepat dan durasi yang cukup lama, cukuplah untuk adrenalin junkie pemula. Selain itu, lokasinya dekat dengan beberapa pantai di sekitar Pangandaran, jadi bisa sekalian wisata pantai juga.

Kali ini kami tidak ikut paket trip tapi semuanya ngurus sendiri dan bersifat sharing cost. Pergi dengan menggunakan mobil sewaan dan menginap tepat di depan Pantai Batu Karas. Perjalanan memakan waktu sekitar 7 jam dari Bandung, jalan cukup lancar. Hanya saja perjalanan dari Pangandaran ke daerah Pantai Batu karas sedikit kurang nyaman karena jalannya sedang rusak sehingga mobil harus berjalan pelan sambil terguncang-guncang.

Menurut info teman saya yang sudah pernah pergi ke Green Canyon, sebaiknya ke sana pada saat kemarau, karena pada saat hujan air sungai akan menjadi keruh (tidak hijau) dan volume air sungai juga meningkat sehingga akan berbahaya untuk body rafting. And you know what, begitu sampai di penginapan setelah subuh, hujan turun dengan derasnya. Sedikit hopeless T.T Niat utama kami ke sana adalah ingin mencoba sensasi body rafting dan harus dimulai agak pagi karena durasinya cukup lama. Tetapi apa daya, hujan deras baru berhenti siang hari dan pemandu body rafting juga menolak untuk memandu karena sudah terlalu siang. Kami pun ditawarkan untuk mencoba kegiatan lain yaitu berenang. 20130608_135743 Awalnya saya agak underestimate dengan kata “berenang” dalam kalimat pemandu “naik perahu sampai ujung kemudian berenang sampai ujung lagi”. Saya sudah membayangkan kalau “berenang” disitu adalah “kecipak kecipuk main air”. Tapi daripada tidak ngapa-ngapain sama sekali, jadilah kami menyewa dua buah kapal dan dua orang guide dan pemandu.

Tebing di sisi sungai

Tebing di sisi sungai

Perahu kecil sarana mengarungi sungai

Perahu kecil sarana mengarungi sungai

Read the rest of this entry »

May 5th, 2013 Because we are intended to cashing and watching sunrise at Mt. Bromo Area, hence we have to wake up in the middle of the night and have to go straightaway.

Ok sampai di sini saja English nya, tadinya mau sok2an pake english tapi sadar grammar jelek dan mikirnya lama.. g jadi deh :P 

5 Mei 2013 Karena berniat mengejar dan melihat sunrise di kawasan Gunung Bromo, maka kami harus bangun tengah malam dan berangkat tengah malam juga. Pukul 00.00 harus sudah bangun dan bersiap dengan perlengkapan armor masing2. Pakai baju/jaket berlapis-lapis mengingat cuaca dini hari sangat dingin, dan kemungkinan akan lebih dingin lagi saat di kawasan Gunung Bromo. Pukul 01.00 rombongan diantar oleh mobil Elf ke tempat mobil Jeep yang akan membawa kami ke penanjakan dan ke gunung Bromo. Mobil Jepp tersebut berkapasitas 6 orang sehingga rombongan dibagi menjadi dua.

Sekitar pukul 02.00 kami berangkat menuju penanjakan untuk menunggu sunrise, spot sunrise watching yang sering didatangi orang-orang adalah penanjakan 1, namun karena saat itu bertepatan dengan rencana rombongan Presiden RI Bapak SBY yang juga akan melihat sunrise maka rombongan kami harus dibelokkan ke spot penanjakan 2. Rombongan kami dihentikan ditengah perjalanan karena akan ada rombongan Presiden yang lewat, padahal waktu sudah sekitar pukul 03.30. Sembari menunggu rombongan presiden lewat, saya sempat melihat ke langit, samar-samar terlihar milky way. Benarkah itu milky way? Atau saya hanya membayangkannya saja? Entahlah..

Dari tempat Jepp diparkirkan kami harus berjalan kaki lagi ke atas untuk dapat mencapai spot sunrise watch yang pas. Banyak jasa penyewaan kuda untuk pengunjung yang merasa tidak kuat menanjak dengan harga sewa lumayan mahal (Rp. 100.000,- dari bawah, semakin ke atas semakin murah). Karena merasa masih muda dan masih fit :p saya dan teman-teman memutuskan untuk mencoba jalan kaki saja, lagipula masih pagi dan segar (read: dingin banget) jadi sekalian menghangatkan badan. Dengan mindset seperti itu, jalanlah saya dengan santai yang ternyata semakin lama semakin menanjak (ya iya laaah) dan kecepatan jalan pun semakin berkurang. Mulai lah saya ketinggalan dari teman-teman rombongan. Penanjakan dilakukan bersama ratusan pengunjung lain dan juga kuda-kuda yang membawa pengunjung yang malas atau ga kuat jalan sendiri. Pada akhirnya dengan bantuan tarikan dan dorongan, sampai juga di atas dengan ngos-ngosan.

DSC_5311

Read the rest of this entry »

-sambungan setelah sekian lama-

Sampai Malang pagi menyempatkan bersih2 diri dulu di stasiun kota malang. Kemudian dijemput oleh pengurus trip Sahabat Jalan. Dari situ kami sarapan di alun-alun kota Malang.

Setelah sarapan, rombongan (13 orang) langsung menuju Pantai Balekambang menggunakan minibus elf. Pantai Balekambang terletak sekitar kurang lebih 45 kilometer sebelah selatan Kota Malang. Karena saya masih ngantuk jadi ga sempet liat2 jalan deh. Jalannya khas jalan daerah Malang-Batu lah, berkelok-kelok.

Pantai Balekambang cukup bagus dan bersih, airnya berwarna hijau-biru jernih cocok untuk berenang-renang. Pasirnya pipih-pipih, mengingatkan saya pada biji wijen😀. Sekitar 100 m dari pantai terdapat Pulau kecil yang terhubung oleh jembatan. Di pulau tersebut terdapat Pura Amerta Jati (Pura Ismoyo) dan sebelum menyebrangi jembatan ke pulau tersebut, kita harus memakai selendang kuning. Katanya sih demi menjaga kesakralan.

dari sisi kanan

Read the rest of this entry »