Apotek Rakyat

Posted: March 4, 2009 in Dunia Farmasi
Tags: , ,

Banyaknya toko obat baik yang ber-izin ataupun tidak, menimbulkan meningkatnya kekhawatiran terhadap beredarnya obat-obat palsu, obat kadaluarsa, dan penyalahgunaan serta salah penggunaan obat. Kekhawatiran ini membuat Pemerintah mengeluarkan Permenkes tentang Apotek Rakyat agar toko-toko obat dapat lebih terawasi dan terstandar. Berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kendala yang mungkin terjadi:

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia Nomor 284/Menkes/Per/1I1/2001 tanggal 8 Maret 2001 tentang Apotek Rakyat menyatakan Apotek Rakyat adalah sarana kesehatan tempat dilaksanakannya pelayanan non kefarmasian yaitu penyerahan obat dan perbekalan kesehatan tetapi tidak boleh melakukan peracikan. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan selain abat dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan. Dalam memberikan pelayanan kefarmasian, Apotek Rakyat harus mengutamakan abat generik.

Apotek Rakyat dapat merupakan satu atau gabungan dari paling banyak empat pedagang eceran abat. Gabungan pedagang eceran obat dibawah satu pengelola (apoteker) harus memiliki ikatan kerjasama berbentuk badan usaha atau bentuk lainnya serta berada pada lokasi yang berdampingan.

Adanya apotek rakyat ini akan mempermudah masyarakat luas untuk memperoleh obat. Selain itu Apotek Rakyat juga dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari penggunaan obat-obat palsu, obat kadaluarsa, dan obat yang tidak jelas asal-usulnya serta mencegah penyalahgunaan obat. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh obat dengan mudah, murah dan aman. Di samping itu Pendirian Apotek Rakyat juga dimaksudkan untuk meningkatkan penertiban peredaran obat-obatan di sentra-sentra perdagangan yang selama ini telah dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM). Apotek rakyat dapat mengurangi perdagangan obat keras dan ilegal tanpa resep dokter secara bebas seperti pada toko obat biasa.

Tetapi yang perlu diperhatikan selain keuntungan dan kelebihan pengadaan apotek rakyat adalah kekurangan dari program tersebut. Pengawasan minimal 4 toko obat, yang dijadikan apotek rakyat, oleh satu apoteker adalah sangat tidak efektif karena satu apoteker tidak dapat mengawasi perjalanan obat dan menganalisis resep serta melakukan interaksi kepada pasien jika yang diawasi adalah (minimal) 4 toko obat. Hal ini menyangkut mutu pelayanan apotek kepada pasien dan masyarakat. Dengan semakin banyaknya ruang lingkup yang harus diawasi oleh satu apoteker maka akan memungkinkan mutu pelayanan kepada konsumen menjadi berkurang. Walaupun dalam apotek rakyat tersebut peran apoteker dapat dibantu oleh asisten apoteker, tetapi pada saat penyerahan obat harus disertai dengan penjelasan tentang obat yang diberikan serta apa dan bagaimana obat harus digunakan yang hanya dapat dilakukan oleh apoteker, karena asisten apoteker hanya dapat membantu dalam penyiapan obat.

Untuk itu, jika memang akan diadakan apotek rakyat, maka apotek rakyat haus diawasi dengan bak oleh Dinkes dan BPOM agar mutu pelayanan tidak menurun serta agar apotek rakyat tidak menjadi ajang legalisasi obat-obat ilegal.

tugas Ilmu Resep I, yg dikerjain pas mau masuk kul😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s