Nyeri dan Obatnya

Posted: March 5, 2009 in Tentang Obat dan Penyakit
Tags: , , , ,

Kita semua pasti pernah mengalami nyeri yang dikarenakan berbagai sebab. Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang tidak enak dan berkaitan dengan ancaman kerusakan jaringan. Rasa nyeri dalam kebanyakan hal hanya merupakan suatu gejala, yang berfungsi melindungi tubuh. Nyeri dapat dianggap sebagai isyarat bahaya tentang adanya gangguan di jaringan.

Nyeri dapat diakibatkan oleh berbagai rangsangan pada tubuh misalnya rangsangan mekanis (benturan, tusukan, dll), kimiawi (oleh zat-zat kimia),dan fisis (panas, listrik, dll) sehingga menimbulkan kerusakan pada jaringan. Rangsangan-rangsangan tersebut memicu pelepasan zat-zat tertentu yang disebut dengan mediator nyeri seperti bradikinin dan prostaglandin. Reseptor-reseptor nyeri tersebut kemudian mengaktivasi reseptor nyeri di saraf perifer dan diteruskan ke otak.

Untuk menghilangkan atau meredakan rasa nyeri tersebut maka banyak digunakan obat-obat analgetik atau obat penghalang nyeri. Obat-obat analgetik ini bekerja dengan menghambat pelepasan mediator nyeri sehingga reseptor nyeri tidak menerima rangsang nyeri dan tidak diteruskan ke otak. Saat itulah rasa nyeri hilang atau berkurang kita rasakan. Contoh obat-obat analgetika antara lain parasetamol, asam mefenamat, dan antalgin.

Analgetika adalah zat-zat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran (perbedaan dengan anestetika umum).

Berdasarkan kerja farmakologisnya, analgetika dibagi dalam dua kelompok besar yaitu:

a. Analgetika perifer (non-narkotik), yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral (Anonim, 2005). Dapat disebut juga sebagai analgetika yang berkhasiat lemah sampai sedang kebanyakan mempunyai sifat antiinflamasi dan antireumatik.

b. Analgetika narkotik, khusus digunakan untuk mengahalau rasa nyeri hebat, seperti pada fractura dan kanker. Dapat disebut juga analgetika yang berkhasiat kuat, bekerja pada saraf pusat.

Pada pengobatan nyeri dengan analgetika, faktor-faktor psikis turut memegang peranan misalnya kesabaran individu penderita dan daya mencekal nyerinya nyerinya. Nyeri ringan dapat ditangani dengan obat perifer, seperti parasetamol, asetosal, mefenaminat, profifenazon, dan aminofenazon, begitu pula rasa nyeri dengan demam. Untuk nyeri sedang dapat ditambahkan kofein atau kodein. Nyeri yang disertai pembengkakan atau akibat trauma sebaiknya diobati dengan analgetikum antiradang. Nyeri yang hebat perlu ditanggulangi dengan morfin atau opiat lainnya (analgetika narkotik).

Penggunaan analgetika perifer mampu meringankan atau menghilangkan rasa nyeri, tanpa mempengaruhi SSP atau menurunkan kesadaran, juga tidak menimbulkan ketagihan. Kebanyakan juga berdaya antipiretis dan atau anti radang. Kombinasi dari dua atau lebih analgetika sering kali digunakan, karena terjadi efek potensiasi. Lagi pula efek sampingnya, yang masing-masing terletak di bidang berlanan, berkurang, karena dosisnya masing-masing dapat diturunkan.

Analgetika kuat (hipoanalgetika) bekerja berdasarkan kerja umum pada reseptor opiat, maka profil kerja analgetika kuat sangat mirip. Diindikasikan pada kondisi nyeri yang sangat kuat yang jika tidak, tak cukup untuk dipengaruhi. Di sini termasuk terutama nyeri akibat kecelakaan, nyeri setelah operasi, dan nyeri tumor.

Co-analgetika adalah obat yang berkhasiat dan indikasi utamanya bukanlah menghambat nyeri, yakni NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs atau obat anti inflamasi non steroid/AINS), antidepresiva trisiklis, dan anti-epileptika. Obat-obat ini digunakan tunggal atau terkombinasi dengan analgetika lain pada keadaan-keadaan tertentu, seperti pada nyeri akibat peradangan dan neuropati.

Kebanyakan obat-obat analgetik bersifat asam, sehingga efek samping yang paling sering terjadi adalah induksi tukak lambung yang kadang-kadang disertai anemia sekunder akibat pendaraahn saluran cerna. Efek samping lainnya adalah gangguan fungsi trombosit akibat penghambatan biosintesis tromboksan sehingga mengakibatkan perpanjangan waktu pendarahan.

Ringkasan Analgetik di sini

dari berbagai sumber

Comments
  1. iyoongpharmacy says:

    sumbernya OOP kah Liw ??😛

  2. liew267 says:

    Macam2 yos ae..Ad dr frmakologi jg..Pkknya minimal 3 pustaka,haha..

  3. […] Keterangan Obat-obat analgetika, klik di sini ya.. […]

  4. […] Obat Analgetik Non-Narkotik Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Obat Analgetik Non-Narkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik). Lihat penjelasan lain tentang analgetik dan mekanisme nyeri di sini […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s