Kisah Sebuah Meja Kayu

Posted: September 26, 2009 in Lagi Bener :), My Day
Tags: , , ,

mejakayuSuatu ketika, seorang kakek yang sudah sangat tua harus tinggal bersama di rumah anaknya. Selain itu tinggal pula menantu dan cucunya yang berusia enam tahun. Tangan orangtua ini sudah begitu rapuh dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya pun sudah sangat buram, dan berjalannya pun sudah tertatih-tatih. Keluarga ini biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang kakek yg sudah mulai pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yg bergetar membuatnya susah untuk menyuap makanan. Sendok dan gerpu kerap jatuh. Saat si orangtua ini meraih gelas, segera saja air yg ada di dalamnya tumpah membasahi taplak meja.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu”, ujar sang istri, “aku sudah bosan membereskan semuanya untuk orangtua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun sepakat untuk membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Di sana sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan.

Karena sering memecahkan piring, anak dan menantunya juga sepakat untuk memberikan mangkuk kayu untuk si kakek tua ini. Saat keluarga itu sibuk dengan makan malam, mereka sering mendengar isak tangis sang kakek dari sudut ruangan. Terlihat juga air mata yg tampak mengalir dari gurat keriput mata si kakek tua itu. Akan tetapi, hal ini sama sekali tidak menyentuh hati anak dan menantunya, malah selalu saja kata yg keluar dari anak san menantunya ini adalah omelan agar dia tidak menjatuhkan makanan lagi.

Cucu si kakek yg baru berusia enam tahum sering dibuat tertegun memandangi semua perlakuan orangtuanya. Sampai pada suatu malam, ayah si anak tanpa sengaja mmelihat anaknya sedang bermain dengan peralatan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu.

“Sayang, kamu sedang membuat apa?”

Lalu dengan lugunya anak ini menjawab,

“Aku sedang membuat meja kayu untuk makan ayah dan ibu nanti kelak kalau aku sudah besar. Meja itu nanti akan aku letakkan di sudut sana, dekat tempat kekek bisa makan”.

Sungguh jawaban anak ini telah membuat kedua orang tuanya sangat terpukul, mulut mereka terkunci rapat dan tak mampu berkata-kata lagi. Perlahan air mata pun mulai menitik membasahi kedua pipi suami-istri itu. Walau tak ada kata2 yg terucap, tapi mereka kini benar-benar telah menyadari ada sesuatu yg salah yg telah mereka lakukan pada orangtua mereka. Pada malam itu juga, mereka menuntun tangan orangtuanya untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yg terucap, kini mereka makan bersama lagi di meja utama dengan bahagia.

Anak adalah cermin dari perilaku orangtua sehari-hari.

Sumber: I Love U, Ayah Bunda by Ayah Edy

Comments
  1. langsung baca endingnya sajja😀

    “Anak adalah cermin dari perilaku orangtua sehari-hari.”

    mudah2an anak kita di zaman nanti lebih berbakti kepada kedua orang tua, bangsa, negara dan agama…😉

  2. liew267 says:

    Ye…Dbaca pang yus,payah ah..

    Tp amin do’anya..Wlaupun agak mlenceng dr ksah yg sbenarx,mkanya dibaca :p

  3. Azhar says:

    oowhh.. jadi terharu..
    jadi nang digambar ntuh kursi ulahan anaknya tu kah liew ? pintarnya ih..

  4. liew267 says:

    Y lain lah azhar,gmbar meja biasa aja,he..

  5. yoesz says:

    liew267 :
    Ye…Dbaca pang yus,payah ah..
    Tp amin do’anya..Wlaupun agak mlenceng dr ksah yg sbenarx,mkanya dibaca :p

    Sudaaahhh…….. ntu komen biar kam jadi sensi hahahaha😀

  6. liew267 says:

    Dasar bore weee :p he..

  7. buwel says:

    makasih pencerahannya…

  8. a-chen says:

    mantabbb mbak…aku suka….🙂

  9. yoesz says:

    Liw tukeran Link…

    aku sudah punya banner nya Low..😉

    copas di blog mu ya..😆

  10. Kayu juga biasa digunakan oleh para psikologis buat menilai kepribadian seseorang looh

  11. hijau-lumut says:

    Huikkksss… T________T sedih liew…
    semoga kita selalu bisa menjadi anak yang berbakti untuk orang tua.. aamiin…

  12. liew267 says:

    Aku jw terharu nin ae..Bagus kam bukunya ayah edy tuh,inspiratif..

    Amiiin..

  13. Wew… jawaban anak itu…

    Jadi ngeri sendiri. Kondisinya mirip, ortu ku mulai tua. Dan aku mulai punya anak. Ah.. kok jadi curhat. Mudah2an aku bisa berbuat yang terbaik untuk ortu, dan anakku pun bisa mencontoh.🙂

  14. nia says:

    sedih bacanya .. untung saja anak itu bisa mnyadarkan perilaku ortunya yaaa ..

    salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s